Sabtu, 15 Oktober 2016

Makalah Media dalam Pembelajaran



BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Guru merupakan komponen pengajaran yang memegang peranan penting, karena dalam keberhasilan proses belajar mengajar ditentukan oleh guru. Tugas guru ialah menyampaikan materi pelajaran kepada siswa melalui interaksi komunikasi dalam proses belajar mengajar yang dilakukannya. Keberhasilan guru dalam menyampaikan materi tergantung pada kelancaran interaksi komunikasi antara guru dengan siswa. Oleh karena itu, agar guru dapat menyampaikan materi kepada siswanya secara baik dan berhasil menyampaikan pesan yang berdaya guna maka memerlukan media.
Media dapat membantu guru dalam menyampaikan materi pelajaran secara lebih cepat dan jelas. Selain itu, guru juga harus menguasai dan mempelajari media demi tercapainya tujuan pembelajaran yang ingin disampaikan. Media memiliki kekuatan positif dan bersinergi yang mampu merubah sikap dan tingkah laku siswa ke arah yang kreatif dan dinamis. Sehubungan dengan hal itu, maka peran media sangat dibutuhkan dalam pembelajaran. Tugas media bukan hanya sekedar mengkomunikasikan hubungan antara sumber dan penerima, namun merupakan bagian integral dan saling mempunyai keterkaitan antara komponen yang satu dengan komponen yang lain. Di mana komponen itu saling berinteraksi dan saling mempengaruhi.[1] 
B.     RUMUSAN MASALAH
1.    Bagaiamana ruang lingkup media pemeblajaran?
2.    Apa saja manfaat media dalam pembelajaran?
3.    Bagaimana kriteria pemilihan media yang sesuai materi pembelajaran?
4.    Bagaimana langkah-langkah dalam mempergunakan media dalam pembelajaran?

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Ruang Lingkup Media Pembelajaran
1.      Pengertian Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiyah memiliki arti perantara atau pengantar. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Gagne (1970) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar.[2] Association for education and communation technology (AECT) mendefisnisikan media yaitu segala bentuk yang dipergunakan untuk suatu proses penyaluran informasi. Menurut Atwi Suparman, media adalah alat yang digunakan untuk menyalurkan pesan atau informasi dari pengirim kepada penerima pesan.[3] Sedangkan Education Association (NEA) mendefinisikan sebagai benda yang dapat dilihat didengar dibaca atau dibicarakan beserta instrumen yang dipergunakan dengan baik dalam kegiatan belajar mengajar, dapat mempengaruhi efektifitas program intruksional.
Dari definisi-definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian  media merupakan suatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran perasaan dan kemauan audien (siswa) sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada dirinya. Penggunaan media secara kreatif akan memungkinkan audien atau siswa untuk belajar lebih baik dan dapat meningkatkan performa mereka sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.[4]
2.      Klasifikasi Media Pembelajaran
Rudi Bretz (1977) mengklasifikasikan ciri utama media pada tiga unsur pokok yaitu suara, visual dan gerak. Bentuk visual itu sendiri dibedakan lagi pada tiga bentuk, yaitu gambar visual, garis (linegraphic) dan simbol. Disamping itu dia juga membedakan media siar (transmisi) dan media rekam (recording), sehingga dapat 8 klasifikasi media ;
1.      Media audio visual gerak
2.      Media audio visual diam
3.      Media audio semi gerak
4.      Media visual gerak
5.      Media visual diam
6.      Media visual semi gerak
7.      Media audio, dan
8.      Media cetak.
Menurut Oemar Hamalik (1985:63) ada 4 klasifikasi media pengajaran, yaitu:
1.      Alat-alat visual yang dapat dilihat, misalnya filmstrip, grafik poster, peta, dan sejenisnya.
2.      Alat-alat yang bersifat auditif, contohnya radio, rekapan pada tape recorder, dan sejenisnya.
3.      Alat-alat yang dapat dilihat dan didengar, contohnya film, telivisi, dan sejenisnya.
4.      Dramatisasi, bermain peranan, sosiodrama, dan sejenisnya.[5]
3.      Faktor-faktor yang Mempengaruhi dalam Pemilihan Media Pembelajaran
Agar media pengajaran yang dipilih tepat dan sesuai, ada beberapa factor yang harus diperhatikan antara lain, yaitu:
a.       Objektivitas. Media dipilih bukan atas kesenangan atau kebutuhan guru, melainkan keperluan system belajar
b.      Program pengajaran. Program pengajaran yang akan disampaikan kepada peserta didik harus sesuai dengan kurikulum yang berlaku
c.       Sasaran program. Media yang digunakan harus dilihat kesesuaiannya dengan tingkat perkembangan peserta didik
d.      Situasi dan kondisi. Yaitu situasi dan kondisi sekolah atau tempat dan ruangan yang akan dipergunakan
e.       Kualitas teknik.
B.     Manfaat Media dalam Pembelajaran

Menurut Edgar Dale pengetahuan akan semakin abstrak bila hanya disampaikan melalui bahasa verbal. Hal ini memungkinkan tejadinya verbalisme, artinya siswa mengetahui tentang kata tanpa memahami dan mengerti makna yang terkandung dalam kata tersebut. Sehingga dapat menimbulkan kesalahan persepsi siswa. Oleh karena itu peranan media pembelajaran sangat diperlukan dalam setiap kegiatan belajar mengajar. Guru dapat menggunakan film televisi, atau gambar untuk memberikan informasi yang lebih baik kepada siswa. Melalui media pembelajaran hal yang bersifat abstrak bisa lebih menjadi kongkret.
Manfaat media pembelajaran menurut Haryanto yang dikutip oleh Nunuk dan Leo adalah sebagai berikut:
1.      Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu verbalitas.
2.      Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indra.
3.      Dengan menggunakan media pembelajaran yang tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif siswa.
4.      Dapat menimbulkan persepsi yang sama terhadap suatu masalah.[6]
 Secara umum manfaat media pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga kegiatan pembelajaran lebih efektif dan efisien. Sedangkan secara lebih khusus manfaat media pembelajaran adalah:
1.      Penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan. Dengan bantuan media dalam pembelajaran, penafsiran yang berbeda antar guru dapat dihindari dan dapat mengurangi terjadinya kesenjangan informasi.
2.      Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik. Media dapat membantu guru dalam menciptakan suasana belajar menjadi lebih hidup, tidak monoton dan tidak membosankan.
3.      Proses pembelajaran lebih interaktif. Dengan adanya media, akan terjadi komunikasi dua arah secara aktif, jika dibandingkan dengan tidak adanya media, guru cenderung berbicara satu arah.
4.      Efisiensi waktu dan tenaga. Guru tidak harus menjelaskan materi ajar secara berulang-ulang, sebab dengan sekali sajian menggunakan media, siswa akan lebih mudah memahami pelajaran.
5.      Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa. Media pembelajaran dapat membantu siswa menyerap materi belajar lebih mendalam dan utuh.
6.      Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.
7.      Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar. Proses pembelajaran menjadi lebih menarik sehingga mendorong siswa untuk mencintai ilmu pengetahuan dan gemar mencari sendiri sumber-sumber ilmu pengetahuan.
8.      Mengubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif. Guru dapat berbagi peran dengan media sehingga banyak memiliki waktu untuk memberi perhatian pada aspek-aspek edukatif lainnya, seperti membantu kesulitan belajar siswa, pembentukan kepribadian, dan memotivasi belajar.[7]
Menurut Wina Sanjaya dalam bukunya yang berjudul media komunikasi pembelajaran, menyebutkan beberapa fungsi penggunaan media pembelajaran:
1.      Fungsi komunikatif
Media pembelajaran digunakan untuk memudahkan komunikasi antara penyampai pesan dan penerima pesan.
2.      Fungsi motivasi
Untuk mencegah terjadinya kebosanan dari para siswa sebagai penerima pesan, guru dapat menggunakan media pembelajaran yang menarik sehingga siswa dapat termotivasi dalam belajar.
3.      Fungsi kebermaknaan
Pembelajaran bukan hanya meningkatkan penambahan informasi berupa data dan fakta sebagai pengembangan aspek kognitif tahap rendah, akan tetapi dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk menganalisis dan mencipta serta dapat meningkatkan aspek sikap dan keterampilan.
4.      Fungsi penyamaan persepsi
Melalui pemanfaatan media, guru dapat menyamakan persepsi setiap siswa, sehingga siswa memiliki pandangan yang sama terhadap informasi yang disuguhkan.
5.      Fungsi individualitas
Pemanfaatan media pembelajaran dapat melayani kebutuhan setiap individu yang memiliki minat dan gaya belajar yang berbeda.[8]
Manfaat pengunaan media dalam kegiatan belajar mengajar, terutama tingkat SD/MI, sangat penting. Sebab pada masa ini siswa masih berpikir konkret, belum mampu berpikir abstrak. Kehadiran media sangat membentu mereka dalam memahami konsep tertentu, yang tidak atau kurang mampu dijelaskan dengan bahasa. Ketidakmampuan guru menjelaskan suatu bahan, dapat diwakili oleh peran media.
C.    Kriteria Pemilihan Media yang Sesuai dengan Materi Pembelajaran
Agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung secara efektif dan efisien dalam mewujudkan tujuan pembelajaran yang ingin di capai, maka diperlukan adanya dukungan media, baik media cetak, elektronik maupun objek nyata. Karena beragamnya media tersebut, maka masing-masing media mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih media, antara lain:
a.       Media yang dipilih hendaknya selaras dan menunjang tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Dimana tujuan pembelajaran menyangkut kognitif, afektif dan psikomotor, maka dalam pemilihan perlu mempertimbangkan seberapa jauh media dapat mengembangkan kemampuan atau perilaku yang terkandung dalam tujuan pembelajaran.
b.      Kegunaan dari berbagai jenis media itu sendiri, setiap media memiliki nilai kegunaan sendiri-sendiri. Sehingga dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam memilih jenis media yang digunakan.
c.       Kemampuan guru dalam menggunakan media, jika guru kurang atau belum mampu menguasai media dengan baik maka tidaka dapat menyampaikan tujuan pembelajaran sesuai yang di harapkan.
d.      Dalam memilih media harus mempertimbangkan faktor keluwesan, seberapa jauh media itu dapat digunakan dengan praktis dalam berbagai situasi dan mudah dipindahkan dari suatu tempat ke tempat lain.
e.       Kesesuaian dengan alokasi waktu dan sarana pendukung yang ada, seberapa jauh penggunaan media tersebut sesuai dengan alokasi waktu yang tersedia bagi pengajaran yang bersangkutan. Selain itu, juga memperhatikan sejauh mana penggunaan media yang didukung oleh sarana dan prasarana yang ada seperti listrik, cahaya dan lain-lain.
f.       Ketersediaan, Ketersedian media di sekolah atau memungkinkan guru mendesain sendiri media yang akan digunakan merupakan hal perlu dipertimbangkan oleh seorang guru. Seringkali media yang terbaik tidak tersedia di sekolah, sehingga guru memilih menggunakan media lain yang sudah ada. 
g.      Biaya, guru atau lembaga pendidikan biasanya mencari media yang murah atau ekonomis. Sehingga media yang ampuh tapi mahal jarang digunakan.[9]
h.      Aspek materi menjadi pertimbangan dalam pemilihan media, sesuai atau tidaknya media dengan materi yang digunakan akan berdampak pada hasil pembelajaran siswa.
i.        Kondisi atau keadaan siswa dari segi subjek belajar menjadi perhatian yang serius bagi guru dalam memilih media yang sesuai dengan kondisi anak. faktor umur, intelegensi, latar belakang pendidikan, budaya dan lingkungan anak menjadi titik perhatian dan pertimbangan dalam memilih media pengajaran.
j.        Media yang dipilih seharusnya dapat menjelaskan apa yang akan disampaikan kepada siswa secara cepat dan berhasil guna, sehingga tujuan pembelajaran yang di harapkan dapat tercapai.[10]
Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat di simpulkan bahwa kriteria dalam pemilihan media dalam pembelajaran ialah harus memperhatikan ketersediaannya, keluwesannya, kondisi siswa, kegunaan, kesesuaian dengan materi dan tentunya memerlukan biaya dalam menunjang media yang diperlukan.
D.    Langkah-langkah Memilih dan Mempergunakan Media dalam Mengajar
1.      Langkah-langkah dalam Memilih Media Pembelajaran
a.       Menetukan jenis media yang tepat.
b.      Menetapkan atau mempertimbangkan subyek dengan tepat
c.       Menyajikan media dengan tepat
d.      Menempatkan atau memperlihatkan media pada waktu, tempat dan situasi yang tepat.[11]
2.      Langkah-langkah Mempergunakan Media dalam Mengajar
Ada 6 langkah yang ditempuh guru dalam mengajar yang mempergunakan media, yaitu :
a.       Merumuskan tujuan pengajaran dengan memanfaatkan media
b.      Persiapan guru dengan cara memilih dan menetapkan media mana yang akan dimanfaatkan guna mencapai tujuan
c.       Persiapan kelas. Anak didik dan kelas dipersiapkan sebelum pelajaran dengan bermedia dimulai
d.      Langkah penyajian pelajaran dan pemanfaatan media. Media diperankan guru untuk membantu tugasnya menjelaskan bahan pelajaran
e.       Langkah kegiatan belajar siswa. Pemanfaatan media oleh siswa sendiri dengan mempraktikkannya atau oleh guru langsung baik di kelas atau di luar kelas
f.       Langkah evaluasi pengajaran. Sampai sejauh mana tujuan pengajaran tercapai, sekaligus dapat dinilai sejauh mana penggunaan media sebagai alat bantu dapat menunjang keberhasilan proses belajar siswa.[12]






BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Media adalah sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang fikiran, perasaan dan kemauan siswa, sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada dirinya. Penggunaan media dapata memungkinkan siswa belajar lebih kreatif dan dapat meningkatkan performa mereka sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin di capai. Penggunaan media dapat berbagai masalah keterbatasan pengalaman yang di miliki siswa, media dapat menanmkan konsep dasar yang benar, konkrit dan realistis. Media dapat membangkitkan motivasi dan merangsang siswa untuk belajar.
Dalam memilih media perlu memperhatikan kriteria-kriteria agar sesuai dengan materi yang diajarkan yakni ketersediaan, keluwesan, pemilihan materi, biaya, kondisi siswa dan kemampuan guru dalam menguasai media. Langkah-langkah dalam mempergunakan media dalam mengajar, yaitu ada enam langkah yang harus ditempuh guru dalam mengajar dengan mempergunakan media.












DAFTAR PUSTAKA

Asnawir dan Basyiruddin Usman. 2002. Media Pembelajaran. Jakarta: Ciputat Press
Fatkhurrohmna, Pupuh. 2007. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: PT. Revika Aditama
Ibrahim, R dan Syaodih, Nana. 1995. Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rieneka Cipta
Sanjaya, Wina. 2012. Media Komunikasi Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group
Suryani, Nunuk dan Agung, Leo. 2012. Strategi Belajar-Mengajar. Yogyakarta: Ombak
Sadiman, Arief. S. 1996. MEDIA PENDIDIKAN Pengertian Pengembangan dan Pemanfaatannya. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada



[1] Asnawir dan Basyirudin Usman, Media Pembelajaran, (Jakarta:Ciputat Press, 2002), hlm. 1-8.
[2] Arief S.Sadiman,dkk, MEDIA PENDIDIKAN Pengertian Pengembangan dan Pemanfaatannya, (Jakarta: PT Raja GrafidobPersada, 1996), hlm.6
[3] Pupuh Fatkhurrohman, Strategi Belajar Mengajar, (Bandung:PT Revika Aditama, 2007),hlm. 65
[4] Asnawir dan M.Basyiruddin Usman, Media Pembelajaran, (Jakarta: Ciputat Pers), hlm.11
[5] Ibid, hlm. 27
[6]Nunuk Suryani dan Leo Agung, Strategi Belajar-Mengajar. (Yogyakarta: Ombak, 2012), hlm. 156
[7] Nunuk Suryani dan Leo Agung, Strategi Belajar…..(Yogyakarta: Ombak, 2012), hlm. 155-156
[8] Wina Sanjaya. Media Komunikasi Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2012), hlm. 73-75
[9] R. Ibrahim dan Nana Syaodih, Perencanaan Pengajaran,  (Jakarta: Rieneka Cipta, 1995), hlm. 120-121
[10] Asnawir dan Basyiruddin Usman, Media Pembelajaran, ( Jakarta: Ciputat Press, 2002), hlm. 16
[11] Pupuh Fatkhurrohman, Strategi Belajar Mengajar, (Bandung:PT Revika Aditama, 2007), hlm.69
[12] Ibid: hlm. 72

Tidak ada komentar:

Posting Komentar